Press "Enter" to skip to content

Kepemimpinan Pemerintahan

Oleh: Muchtar Luthfi A. Mutty (Anggota DPR-RI 2014-2019)

Mereka yang pernah belajar ilmu pemerintahan pasti paham bahwa kepemimpinan pemerintahan adalah faktor terpenting kemajuan sebuah bangsa. Itu sebabnya memilih pemimpin pemerintahan tidak boleh asal-asalan.

Maka proses seleksi pimpinan pemerintahan harus dilakukan secara transparan, jujur dan adil. Tujuannya agar menghasilkan pimpinan pemerintahan yang jujur dan mau bertanggung jawab. Karena itu rakyat harus cerdas memilih. Jangan mau membeli “kucing dalam karung”. Jangan juga mau tertipu dengan “bangkai yang dibungkus dengan aroma harum”.

Oleh karena itu maka mereka yang mau berkompetisi dalam proses seleksi pimpinan pemerintahan harus bersiap “ditelanjangi”. yang penting, apa yang disampaikan ke publik itu adalah fakta. Bukan fitnah, tidak menghina dan tidak menghasut atau mengadu domba.

20 tahun lalu. Jika sebuah TV menyiarkan berita tentang Ethiopia, pasti yang muncul adalah gambar anak kecil yang kurus kering. Hanya tulang berbalut kulit. Kurang gizi. Bahkan untuk mengusir lalat yang berkerubung di bibir dan matanya pun, mereka tak sanggup. Tidak ada daya. Kota-kotanya dipenuhi sampah dan gelandangan. Kumuh.

Sekarang, Ethiopia bergeliat. Ekonominya berkembang. Pemandangan orang miskin, anak-anak kurang gizi, berangsur mulai hilang. Kota-kotanya mulai tertata apik dan resik. Hal ini terjadi sejak pemerintahannya berubah. Dikendalikan oleh orang-orang jujur dengan rasa tanggung jawab yang tinggi. Penguasanya tidak lagi bersetubuh dengan kekuasaannya.

30 tahun lalu. Venezuela adalah negara yang makmur. Merupakan negara pengekspor minyak. Anggota OPEC. Sekarang pun masih tetap pengekspor minyak dan anggota OPEC. Tapi kini, Venesuela menjadi negara miskin. Tingkat inflasinya 1.000.000% (satu juta persen). Jika dirupiahkan, 1 butir telur ayam seharga Rp 1.200.000. Di Indonesia, pecahan mata uang tertinggi Rp 100.000. Di Venezuela ada pecahan 1.000.000.000.

Venezuela mulai terpuruk ketika pemerintahannya jatuh ke tangan orang-orang yang tidak jujur. Orang-orang yang bersetubuh dengan kekuasaannya. Dan orang-orang yang memerintah dengan tidak jujur jangan harap memiliki rasa tanggung jawab. [at]